June 17, 2016

mendadak caesar


selamat ulang tahun ke 0 :-D

menjelang subuh, rabu 4 mei 2016, saya merasa nyeri datang dan pergi di perut bawah. seperti nyeri haid tapi jauh lebih kuat. sudah hampir tiga minggu si mbak mudik jadi seperti hari-hari sebelumnya, pagi itu saya beberes meja makan dan dapur, cuci piring, masukin pakaian kotor ke mesin cuci, nyapu, dan menyiapkan bekal naila sekolah. masih bisa saya lakukan sambil sesekali gerak dan goyang sana-sini saat nyeri datang. 

jam 08:00 setelah naila berangkat sekolah, gelombang cinta dari rahim itu mulai rutin datang. setiap rasa itu muncul, saya berjalan mondar mandir, goyang-goyang, ataupun naik ke gym ball lalu memutar. saya lakukan pernafasan dalam ketika menjelang siang rasa itu semakin kuat. suami sengaja tidak ke mana-mana hari itu. di kamar sambil memijit, ngelap keringat, dan memantau saya. hospital bag sudah dia siapkan di mobil jikalau sewaktu-waktu harus ke rumah sakit. dia tampak santai dan tidak panik karena setiap kali bertanya 'gimana, udah berasa sakit mi?' saya jawab 'biasa aja' sambil masih ketawa-ketawa. 


October 27, 2015

road to 21k

entah apa yang ada di benak saya ketika di bulan maret itu memencet tombol 'daftar half marathon' di website jakarta marathon 2014. setelah berhasil mendaftar, membayar, keluar konfirmasi...baru saya sadar, "what have i done to myself?" hahaha! jujur, alasan mendaftar HM tahun lalu adalah karena saya tertantang untuk melihat sekuat apa mental saya di arena tersebut. setangguh apa saya bisa mengalahkan diri sendiri. dan tentu saja sedisiplin apa saya bisa mempersiapkan hari H itu. ah...gampanglah! masih ada waktu tujuh bulan untuk berlatih sungguh-sungguh, begitu pikir saya. ditambah rencana mendaki gunung rinjani di bulan mei, saya bisa berlatih sekaligus. dan rekor lari 10 km saya juga sudah bisa mencapai target 1 jam lebih sedikit...sehingga perlu dipoles dengan baik dan benar saja. begitu pikir saya.


hohoho...ternyata tidak semudah itu kawan! perjuangan selama tujuh bulan menuju tanggal 27 oktober 2014 sungguh berat. di bulan-bulan awal, saya masih santai-santai dan berlatih sekedarnya saja: berenang kalau lagi mau, ke gym kalau lagi gak males, dan lari maksimal 5km setiap hari minggu kalau bisa bangun pagi. apalagi selama maret-april, saya harus mempersiapkan gelaran besar di kantor sehingga sering lembur, dan tidak ada waktu berolah raga. bukan contoh alasan yang baik :-)

October 09, 2014

Published writing: Belitung


Dimuat di majalah National Geographic Traveler edisi Oktober 2014, bersanding dengan para blogger ternama Indonesia. 





Enjoy!

Peluh bercucuran ketika saya menginjak anak tangga terakhir di lantai 18 mercusuar tua itu. Aroma besi berkarat yang tercium kuat sejak memasuki bangunan, seketika hilang berganti hembusan angin segar. Sejauh mata memandang, lautan jernih bertabur batuan granit bagai menyatu dengan awan putih yang menggumpal di langit. Pemandangan indah 360 derajat tersaji di depan mata, menghapus lelah saat tadi menaiki tangga melingkar.


June 07, 2014

sekeping hati tertinggal di rinjani

all photos by: indra wicaksono & me

senin, 26 mei 2014. tepat jam 10:35 waktu indonesia tengah, kaki saya menapaki puncak gunung tertinggi ketiga di indonesia: rinjani. pada ketinggian tiga ribu tujuh ratus dua puluh enam meter di atas permukaan laut, angin kencang menampar-nampar wajah saya. entah karena semangat yang sedang tinggi atau rasa senang setelah berhasil melewati trek berpasir, berkerikil, berkerakal, dan berbatu pada derajat kemiringan aduhai...lelah seakan sirna ketika melihat kibaran bendera merah putih di titik paling tinggi itu. senyum saya masih bisa mengembang lebar, jemari tangan masih sanggup memencet-mencet shutter kamera, dan kaki saya masih ingin berselfikil (selfie sikil :-p) dengan latar gumpalan awan putih di bawah kami.

subhanallah...cantik sekali pemandangan dari atas sana.
pertama kalinya saya melihat 'kabut terjun' dari tebing-tebing danau segara anak.
pertama kalinya saya berada di puncak gunung di luar jawa.

11.30 wita kami mulai berjalan turun. jam 2 lebih sedikit kami sudah berada di camp plawangan sembalun. jalan menuruni pasir dengan menumpu pada tumit ternyata menjadi tips jitu yang membuat saya bisa setengah berlari tanpa terseok-seok ataupun terjerembab di pasir dan kerikil. belum pernah seumur hidup saya turun gunung dengan perasaan ingin segera kembali. baru kali ini. tampaknya 'guna-guna' dan keindahan dewi anjani begitu dahsyat menusuk mata hati saya. hingga seminggu setelah turun dari puncaknya, mata saya masih terbayang-bayang pemandangan indah rinjani. sepertinya, bakal susah move on ini :-p. sepertinya sekeping hati ini tertinggal di rinjani. maka saya titipkan kepada siapapun yang mengunjunginya. tolong dijaga baik-baik ya :-)

~~~

May 03, 2014

kelas inspirasi: ketika mendapat lebih dari yang diberi


Siang yang terik di tengah cuaca bulan April kota Jakarta. Peluh mengalir dari kepala membasahi pipi dan sekujur wajah. Saya berlari naik turun tangga sambil sesekali menyeka dahi dengan punggung tangan. Sekali dua kali saya mengganti lensa kamera untuk mendapatkan efek berbeda. Adegan secepat kilat itu saya lakoni demi mendokumentasikan sisi-sisi menarik kegiatan puncak dari Kelas Inspirasi di SDN Paseban 03, Jakarta Pusat.

Spanduk berwarna oranye terang sepanjang enam meter diangkat ke atas oleh para siswa gabungan tiga sekolah. Huruf-huruf putih berukuran besar terbaca jelas: Kelas Inspirasi SDN Paseban 01, 02, 03. Kemudian kami semua bernyanyi, bersalaman, berfoto bersama dengan para guru, siswa, staf sekolah, dan sesama relawan.